Archive for the ‘Trobos’ Category

Hari Susu Nusantara Dan Pentingnya Merevitalisasi Industri Susu Nasional

Friday, July 9th, 2010

Trobos, Juni 2010

Sejak tahun 2001, setiap tanggal 1 Juni, FAO (the Food and Agriculture Organization) merayakan “the World Milk Day” atau hari susu dunia. FAO meyakini bahwa susu merupakan komoditas pangan yang hampir sempurna karena didalamnya tergantung 9 bahan nutrisi pokok yang bermanfaat untuk menjaga tubuh manusia agar tetap sehat dan kuat. Hari susu dunia dicanangkan agar konsumsi masyarakat terhadap komoditas susu dan turunannya semakin meningkat. Jika konsumsi susu masyarakat diharapkan kualitas sumberdaya manusia akan meningkat pula.Dalam rangka hari susu dunia, Indonesia sejak tahun lalu juga telah mencanangkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Susu Nusantara.

Revitalisasi Industri Susu melalui Revolusi Putih

Saturday, June 26th, 2010

Tema peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) (25 Januari) pada tahun ini adalah “Gizi Mutakhir untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak”. Ini sangat menarik karena kualitas gizi masyarakat merupakan salah satu komponen penting bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Kualitas SDM—sebagaimana digunakan United Nation for Development Program (UNDP) untuk mengukur kualitas sumberdaya manusia (Human Development Index/HDI)—ditentukan oleh tiga komponen, yaitu tingkat pendapatan atau daya beli, tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan.

Berdasarkan data statistik HDI,Indonesia menduduki peringkat ke 109 dari 179 negara yang diukur. Peringkat itu lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Brunei (peringkat 27), Singapura (28), Malaysia (63),Thailand (81), China (94) dan Filipina (102). Pencapaian Indonesia pada 2008 hanya lebih baik dibandingkan dengan Vietnam yang menduduki peringkat 114.

Artikel lengkapnya : Februari-2009-(hal.-60-61)
Sumber : Majalah Trobos

Revitalisasi Industri Susu melalui Revolusi Putih

Saturday, June 26th, 2010

Tema peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) (25 Januari) pada tahun ini adalah “Gizi Mutakhir untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak”. Ini sangat menarik karena kualitas gizi masyarakat merupakan salah satu komponen penting bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Kualitas SDM—sebagaimana digunakan United Nation for Development Program (UNDP) untuk mengukur kualitas sumberdaya manusia (Human Development Index/HDI)—ditentukan oleh tiga komponen, yaitu tingkat pendapatan atau daya beli, tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan.

Berdasarkan data statistik HDI,Indonesia menduduki peringkat ke 109 dari 179 negara yang diukur. Peringkat itu lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Brunei (peringkat 27), Singapura (28), Malaysia (63),Thailand (81), China (94) dan Filipina (102). Pencapaian Indonesia pada 2008 hanya lebih baik dibandingkan dengan Vietnam yang menduduki peringkat 114.

Artikel lengkapnya : Februari-2009-(hal.-60-61)
Sumber : Majalah Trobos

Tantangan dan Peluang Peternakan di Tengah Krisis Finansial Global

Saturday, June 26th, 2010

Krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2008 mengantarkan Indonesia membuka lembaran ekonomi yang penuh dengan potret buram pada tahun 2009. Salah satu potret buram tersebut adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Pada tahun 2009, perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4-5% saja. Padahal sebelumnya, pada 2008 bisa tumbuh di atas 6% per tahun. Sebagai sektor penghasil pangan strategis, peran dan prospek peternakan ke depan akan tetap tumbuh meskipun dengan laju pertumbuhan yang melambat. Masalah besar dalam perekonomian makro terkait dengan krisis pangan, energi dan keuangan global (global food, feed, fuel and financial crisis) atau yang sering disebut 4F. Ke depan yang perlu diantisipasi adalah adanya (a) laju inflasi meningkat signifikan, (b) daya beli melemah akibat tingginya inflasi, (c) neraca keuangan pemerintah tertekan akibat semakin besarnya subsidi pada harga jual komoditas di pasar  domestik, dan (d) pasar keuangan tertekan sehubungan dengan prospek ekonomi yang menurun dan resiko investasi yang meningkat.

Artikel lengkap : Januari-2009-(hal.-62-63)
Sumber: Majalah Trobos

Tantangan dan Peluang Peternakan di Tengah Krisis Finansial Global

Saturday, June 26th, 2010

Krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2008 mengantarkan Indonesia membuka lembaran ekonomi yang penuh dengan potret buram pada tahun 2009. Salah satu potret buram tersebut adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Pada tahun 2009, perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4-5% saja. Padahal sebelumnya, pada 2008 bisa tumbuh di atas 6% per tahun. Sebagai sektor penghasil pangan strategis, peran dan prospek peternakan ke depan akan tetap tumbuh meskipun dengan laju pertumbuhan yang melambat. Masalah besar dalam perekonomian makro terkait dengan krisis pangan, energi dan keuangan global (global food, feed, fuel and financial crisis) atau yang sering disebut 4F. Ke depan yang perlu diantisipasi adalah adanya (a) laju inflasi meningkat signifikan, (b) daya beli melemah akibat tingginya inflasi, (c) neraca keuangan pemerintah tertekan akibat semakin besarnya subsidi pada harga jual komoditas di pasar  domestik, dan (d) pasar keuangan tertekan sehubungan dengan prospek ekonomi yang menurun dan resiko investasi yang meningkat.

Artikel lengkap : Januari-2009-(hal.-62-63)
Sumber: Majalah Trobos

PETERNAKAN: INSTRUMEN YANG TERLUPAKAN DALAM PEMBANGUNAN PERDESAAN

Friday, June 11th, 2010

Trobos, November 2009

Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober yang lalu mengangkat tema ”Achieving Food Security in Times of Crisis”. Tema HPS tersebut diangkat karena ternyata krisis pangan dan finansial global (sering disebut krisis kembar) mengakibatkan angka kekurangan pangan di dunia meningkat pesat. Krisis pangan yang terjadi merupakan resultante (tali temali) dari kenaikan permintaan komoditas pangan, pesatnya pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara emerging countries, terjadinya persaingan dalam penggunaan bahan pangan untuk pengembangan biofuel, serta turunnya pasokan komoditas pangan akibat pengaruh perubahan iklim (terutama banjir dan kekeringan).

File Lengkap : Peternakan Instrumen Yang Terlupakan Pada Pembangunan Pedesaan_nov09

PERTANIAN : KENAPA MASIH TERABAIKAN?

Friday, June 11th, 2010

Trobos, Oktober 2009

Pertanian memiliki peranan yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang.  Xenophon, filsuf dan sejarawan Yunani yang hidup 425-355 SM meyakini bahwa “Agriculture is the mother and nourishes of all other arts. When agriculture is well conducted, all other arts prosper; when agriculture is neglected, all other arts decay, on the land and on the sea. Pertanian adalah ibu dari segala budaya. Jika pertanian berjalan dengan baik, maka budaya-budaya lainnya akan tumbuh dengan baik pula, tetapi manakala sektor ini diterlantarkan, maka semua budaya lainnya akan hancur, baik di darat dan di lautan.

File Lengkap: Pertanian Kenapa Masih Terabaikan_Okt09

Agripesimisme Musuh Pembangunan Peternakan

Friday, June 11th, 2010

Ada 3 (tiga) sumber pertumbuhan dalam bisnis peternakan yang diyakini sebagai “drivers of change” (penentu perubahan) yang berperan dalam peningkatan nilai tambah (value added) produk-produk peternakan. Pertama, revolusi peternakan (livestocks revolution) yang ditandai dengan meningkatnya konsumsi daging dan susu per kapita seiring meningkatnya pendapatan masyarakat, terutama di negara negara berkembang. Sumber pertumbuhan ke dua berasal dari fenomena upaya sistematis untuk meningkatkan konsumsi susu dalam negeri secara drastis atau yang dikenal sebagai revolusi putih (white revolution). Sumber pertumbuhan bisnis peternakan ke tiga ditandai adanya revolusi supermarket (supermarket revolution). Seiring dengan peningkatan pendapatan, keberadaan supermarket yang dilengkapi dengan infrastruktur modern yang menggunakan sistem pemasaran rantai dingin (cold chain marketing system) semakin dominan dalam bisnis ritel produk perternakan domestik. Revolusi peternakan dan revolusi putih akan semakin besar peranannya sebagai mesin pertumbuhan apabila didukung oleh revolusi supermarket. Tiga serangkai revolusi ini peranannya sangat penting dalam penciptaan nilai tambah baik di tingkat usaha ternak, industri hulu, industri hilir dan industri jasa.

File Lengkap : Agripesimisme Musuh Pembangunan Peternakan_Sept09

Revitalisasi Pasar Tradisional

Friday, June 11th, 2010

Trobos, Agustus 2009

Pendapatan yang meningkat, perubahan gaya hidup, globalisasi, urbanisasi, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan peran serta kaum wanita dalam dunia kerja menciptakan permintaan produk-produk bernilai tinggi, semi olahan dan makanan instant. Hal-hal tersebut jga meningkatkan perhatian konsumen pada aspek kualitas dan keamanan makanan yang mereka konsumsi. Selera atau preferensi konsumen lokal tak luput dari pengaruh selera internasional. Telah terjadi proses konvergensi selera konsumen dalam hal ini. Tren semacam ini menciptakan  ’’permintaan baru“ untuk beragam produk pertanian dalam arti luas (termasuk peternakan) bernilai tingi dan mendorong evolusi pemasaran dengan masuk dan berkembang cepatnya jaringan supermarket, industri pengolahan dan jasa makanan.

File Lengkap : Revitalisasi Pasar Tradisional_Agu09

Pertumbuhan dan Pemerataan dalam Pembangunan Peternakan

Friday, June 11th, 2010

Trobos, Juli 2009

Sektor pertanian (termasuk sub sektor peternakan didalamnya) telah teruji memberikan kontribusi luar biasa bagi pembangunan perekonomian suatu bangsa. Paling tidak, sektor pertanian memiliki lima (5) kontribusi dalam pembangunan suatu perekonomian. Kelima kontribusi tersebut adalah: (a) sektor pertanian menghasilkan pangan dan bahan baku untuk peningkatan sektor industri dan jasa, (b) sektor pertanian dapat menghasilkan atau menghemat devisa yang berasal dari ekspor atau produk subtitusi impor, (c) sektor pertanian merupakan pasar yang potensial bagi produk-produk sektor industri, (d) transfer surplus tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi, dan (e) sektor pertanian mampu menyediakan modal bagi pengembangan sektor-sektor lain (a net outflow of capital for invesment in other sectors).

File Lengkap : Pertumbuhan dan Pemerataan dalam Pembangunan Peternakan_Jul09